Konten Terbaru SLB

Menampilkan 4 dari 4 Konten

PRAKTIK BAIK PENERAPAN APLIKASI DUPA “PANDUAN PILAH SAMPAH” MELALUI STRATEGI SELF DIRECTION UNTUK ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB NEGERI PEMBINA YOGYAKARTA
IPAAPK
Daerah istimewa Yogyakarta menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di indonesia, memiliki jumlah penduduk yang semakin bertambah, kemajuan dalam berbagai bidang, namun seiring dengan percepatan pertumbuhan tersebut masalah sampah juga semakin berkembang. Sampah plastic, limbah elektronik, dan sampah organic menjadi masalah utama yang perlu segera ditangani. Sampah-sampah ini dapat merusak lingkungan, mencemari air, dan membahayakan kesehatan manusia. Tantangan tersebesar dalam penanganan sampah saat ini adalah karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah baik itu memilah maupun mendaur ulang, selain itu kurangnya fasilitas pengelolaan sampah yang tuntas menjadikan kendala serius dan juga masyarakat yang masih menggunakan plastic sekali pakai yang berlebihan.            Berjalan kebelang pada rentang bulan juli hingga September tahun 2023,  Pemerintah Provinsi Yogyakarta mengambil tindakan dengan penutupan tempat penampungan sampah (TPS) di piyungan dengan alasan tempat penampungan sampah sudah melebihi kapasitas sampah, sehingga memunculkan permasalahan baru di masyarakat terlebih masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan dalam mengelola sampah rumah tangganya. Hampir setiap hari jalanan penuh dengan sampah, jelas ini sangat membahayakan dan mengganggu pengguna jalan, meskipun sudah ada papan pemberitahuan namun masih tetap saja membuang sampah dijalan. Ini adalah salah satu ancaman lingkungan saat ini yang perlu membutuhkan penanganan tidak hanya sampah namun juga pendidikan sampai lini terkecil masyarakat.            SLB Negeri Pembina Yogyakarta terletak di wilayah kota Yogyakarta dengan dikelilingi kawasan publik, seperti terminal, pasar, industri rumahan tempat pemotongan ayam. Berdasar kondisi lingkungan seperti itu memberikan dampak secara tidak langsung dalam kegiatan belajar mengajar disekolah. Pada kondisi tertentu bau menyengat terkadang masuk ke lingkungan kelas, sehingga akan menggangu kenyamanan peserta didik dalam proses pembelajarannya. Bau menyengat tersebut berasal dari tumpukan sampah industri rumahan (pemotongan ayam) yang berjarak kurang lebih 3 meter dari ruang kelas. Dengan berbagai permasalahan terkait sampah, maka diperlukan edukasi kepada peserta didik tentang pengolahan sampah yang baik. Peserta didik di SLB Negeri Pembina Yogyakarta adalah peserta didik dengan hambatan intelektual dan autis. Sebagian besar peserta didik bertempat tinggal diwilayah kota Yogyakarta yang juga terdampak dengan adanya penutupan TPS piyungan. Peserta didik berkebutuhan khusus sebagai bagian masyarakat juga perlu mengambil peran dalam pengelolaan sampah, meskipun dengan strategi yang berbeda. Mengingat keterbatasan mereka yang membutuhkan penanganan khusus. Peserta didik berkebutuhan khusus membutuhkan Langkah-langkah yang sederhana dan rinci serta perlu adanya bantuan visual seperti gambar benda asli yang akan membantu memahami suatu perintah. Tantangan yang dihadapi peserta didik berkebutuhan khusus dalam mempelajari pengelolaan sampah seperti kurangnya pemahaman peserta didik untuk mengenal sampah,  kurangnya inisiatif dalam membuang sampah, kurangnya pengetahuan dalam memilah sampah, dan masih minimnya tempat sampah berlabel gambar sehingga peserta didik terkadang membuang sampah pada satu tempat saja, selain itu masih minimnya pelatihan daur ulang sampah bagi peserta didik. Praktik baik yang dapat dilakukan peserta didik di Sekolah Luar Biasa, seperti pengintegrasian pendidikan lingkungan sekolah melalui pembelajaran tentang lingkungan dan pengelolaan sampah sampah ke dalam kurikulum, pembuatan gerakan sekolah hijau dengan mendorong peserta didik melakukan 3 M (mendorong peserta didik untuk mengurangi sampah, mengelola limbah, dan mendaur ulang sampah), berkolaborasi dan bekerjasama komunitas untuk melakukan kegiatan bersama pengelolaaan sampah. Tujuan utama pendidikan pengelolaan sampah bagi peserta didik berekebutuhan khusus adalah menanamkan kepada mereka terkait pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Sehingga peserta didik mampu berkontribusi dimasyarakat dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki kaitan erat dengan dimensi profil pelajar pancasila. Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang mengandung nilai-nilai dasar yang harus dipegang dan dihayati oleh setiap warga negara, termasuk peserta didik berkebutahan khusus yang belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB). Dimensi profil pelajar pancasila pada kegiatan praktik baik ini meliputi 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif. Salah satu upaya untuk memberikan pendidikan pengelolaan sampah dengan melakukan praktik baik penerapan Aplikasi DUPA “Panduan Pilah Sampah” melalui strategi self direction untuk anak tunagrahita di SLB Negeri Pembina Yogyakarta. Menerapkan Aplikasi DUPA membutuhkan kolaborasi antara peserta didik, guru dan orangtua, diharapkan dengan adanya kolaborasi tersebut peserta didik dapat lebih mudah menggunakan dan menerapkan kegiatan pengelolaan sampah dalam beragai situasi. Sehingga diharapkan peserta didik berkebutuhan dapat mandiri dalam menjaga lingkungannya. AKSI Best Practice ini berisi tentang praktik baik dalam pembelajaran penguatan profil pelajar pancasila dengan topik gaya hidup berkelanjutan. Praktik baik yang berjudul penerapan Aplikasi DUPA “Panduan Pilah Sampah” melalui strategi self direction untuk anak tunagrahita di SLB Negeri Pembina Yogyakarta. Sasaran pelaksaaan prktik baik ini dalam pembelajaran adalah dua peserta didik tunagrahita ringan kelas 7 SMPLB yatitu FY dan IL.  Praktik baik ini merupakan strategi untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru dalam memberikan pendidikan tentang pengolahan sampah bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Peserta didik tunagrahita ringan membutuhkan strategi khusus dalam pembelajaran, salah satu hal yang menarik untuk anak belajar adalah dengan memanfaatkan media berbasis TI (Teknologi Informasi). Oleh karena itu dikembangkanlah media berbasis aplikasi yang menarik dan mudah dioperasikan. Aplikasi DUPA “Panduan Pilah Sampah” merupakan aplikasi untuk memandu peserta didik mengenal, memilah dan mendaur ulang sampah. Aplikasi DUPA dapat dioperasikan melalui sistem android pada smartphone. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah dengan menginstal aplikasi ini pada smartphone peserta didik dengan bimbingan guru atau wali kelas. Aplikasi yang telah dibangun ini diharapkan tidak berhenti dikelas namun juga perlu adanya kolaborasi dengan orangtua. Aplikasi Dupa juga memudahkan peserta didik dalam belajar karena adanya bantuan visual yang akan membantu mereka memahami, mengingat, dan berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. 
..Yoga Puspa Umbara15 Nov 23
Program Khusus Memakai Pembalut
Program Kebutuhan KhususVIDEO
Video ini berisi tentang Kesehatan Reproduksi yakni Memakai Pembalut
..Yeni Novianti13 Feb 23
Mengenal pembagian waktu di Idonesia
IPSVIDEO
video berikut mengenai perbedaan waktu yang ada di Indonesia
Gravatar for gunawanari05@gmail.comGunawan Ari13 Feb 23
Modul Ajar SLB Tunarungu
Program Kebutuhan KhususPDF
Modul Ajar Jurusan Tunarungu
..Yeni Novianti13 Feb 23